Dari Layanan Konseling Psikologi Hingga Ikut Memperbaiki Genset, Kiprah Tim Medis di Aceh

Sumber foto: UGM

Kami menerjunkan Tim Emergency Medical Team (EMT) guna ikut menangani bencana di Aceh. Penerjunan relawan ini didukung oleh hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang diperoleh Pokja Bencana. Hibah tersebut mendukung 4 Tim EMT yang terdiri dari tenaga medis yang diterjunkan secara bergilir setiap minggu. Tim ini menjadi bagian penting untuk menyediakan layanan kesehatan di fase darurat hingga masa pemulihan bencana.

Koordinator Tim EMT FK-KMK, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep., dosen Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi, menjelaskan bahwa FK-KMK telah menerjunkan tim pertama sejak sekitar minggu kedua pascabencana. Setiap tim bertugas selama kurang lebih delapan hari untuk tetap menjaga efektivitas dan keselamatan personel di lapangan. “Per tanggal 19 Desember, tim ketiga sudah bertugas selama 4 hari dan masa tugasnya akan berakhir pada 21 Desember, lalu dilanjutkan oleh tim keempat di hari Senin, 22 Desember,” ujarnya, Senin (29/12).

Pola rotasi ini dilakukan mengingat tingginya stressor di wilayah bencana, khususnya ketika masih pada kondisi darurat. Dalam satu tim EMT terdapat 12 personel lintas profesi, yakni dokter umum dan spesialis, perawat, ahli gizi, sanitarian, teknisi, apoteker, serta koordinator tim.

Pada penugasan tim ketiga, Sutono berperan sebagai leader yang mengoordinasikan seluruh kegiatan selama bertugas di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Posko utama Tim EMT FK-KMK berada di Rumah Sakit dr. Muchtar Hasbi yang merupakan RSU Pratama Tipe D. “Kehadiran tim ini difokuskan untuk memperkuat fungsi layanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang sudah ada,” ungkapnya.

Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.

Posting Komentar